Nama : Widya Rahmawati
Kelas : XII BDP 3
Glosarium adalah suatu daftar alfabetis istilah dalam suatu ranah pengetahuan tertentu yang dilengkapi dengan definisi untuk istilah-istilah tersebut.
- Bombastis: banyak berjanji, tetapi tidak akan berbuat banyak
- Iklan adalah tayangan informasi yang mengajak penontonnya untuk menggunakan apa yang di iklannya.
- Banner adalah suatu media informasi non personal yang berisi pesan promosi, baik itu untuk tujuan menjual ataupun untuk memperkenalkan sesuatu kepada khalayak.
- Informatif adalah segala sesuatu yang bersifat memberi informasi atau menerangkan.
- Kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel dan sistem kredit, yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut.
- Phablet adalah kelas telepon pintar yang memiliki ukuran layar 50–699 inches dan dirancang untuk menggabungkan atau melengkapi fungsi telepon pintar dan tablet.
- Added value dapat kita artikan sebagai “nilai” yang kita tambahkan ke dalam satu barang, atau materi, atau jasa, atau bahkan manusia.
- Virtual credit card (VCC) adalah sebuah virtual credit card number (VCN) yang secara umum dibuat untuk keperluan pembayaran online.
- Cek (cheque) adalah surat atau warkat (dokumen) yang berisi perintah tak bersyarat dari nasabah bank agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang yang tertera pada surat itu kepada orang atau pembawanya.
- Payza adalah sistem pembayaran online yang hampir sama dengan Paypal, Perusahaan ini sebelumnya berbasis di Kanada dan dikenal sebagai AlertPay sebelum dibeli oleh MH Pillars.
- Western adalah barat.
Tugas glosarium
RANGKUMAN BAB 4 DAN BAB 5
Bab 4
Prototipe dan kemasan produk
A.KONSEP PROTOTIPE
1.Pengertian prototipe
Prototype berasal dari bahasa Yunani yang berati "bentuk ptimitif" dalam KBBI prototipe diartikan sebagai model yang mula-mula yang menjadi contoh, prototype berfungsi sebagai alat uji suatu konsep atau atau proses suatu produk sebelum produk diperbanyak dan dilempar ke pasar.
2. Kategori dalam prototipe
Prototipe sebagai pembuktian teori berfungsi untuk menguji suatu desain atau teori,digunakan di bidang arsitektur,untuk membeli informasi mengenai kelebihan atau kekurangan.Prototipe bentuk Berfungsi untuk memberi informasi mengenai tampilan produk,dibuat menggunakan tangan atau mesin,untuk umpan balik bagi produsen mengenai bentuk umum suatu barang.Prototipe visual dibuat sesuai dengan tampilan,nuansa,material,produk asli untuk uji akhir satu produk sering digunakan sebagai model palsu.Prototipe fungsional berfungsi untuk menguji suatu produk dalam penggunaan sebenarnya pembeda dengan produk asli yaitu biaya yang murah bahan yang digunakan untuk pembuatan lebih murah.
3.Manfaat Prototipe
Prototipe dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produkPrototipe berfungsi untuk menguji kualitas dan penampilan berbagai jenis bahanPrototipe merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk.
4.Menentukan Konsep Desain Prototipe
Prototipe kertas adalah prototipe dilakukan di atas sebuah kertasPrototipe cepat pada dasarnya menggunakan model produk yang terus mengalami perkembangan
B.MENYAJIKAN DESAIN PROTOTIPE KEMASAN PRODUK
Desain merupakan seluruh proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu dengan menggabungkan fakta konstruksi fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan kemasan produk merupakan tempat atau wadah berfungsi untuk melindungi produk.
1. Penyajian desain kemasan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian desain kemasan antara lain sebagai berikut
2. Tahap Desain Kemasan produk
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah desain kemasan antara lain sebagai berikut
a.Melakukan survei terlebih dahulu
b.Membuat konsep desain kemasan menjadi beberapa alternatif
c.membuat desain kemasan yang unik d.desain kemasan harus disesuaikan dengan isi desain kemasan harus disesuaikan dengan karakter konsumen
Berikut adalah tahap-tahap dalam desain kemasan produk
a.Fase 0 :perencanaan produk
b.Fase 1 :pengembangan produk
c.Fase 2 :perancangan tingkat sistem
d.Fase 3 :perancangan detail
e.Fase 4 :pengujian dan perbaikan
f.Fase 5 :produksi awal
Bab 5
Proses Kerja Pembuatan Prototipe produk Barang dan Jasa
A.PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTIPE (PROTOTYPING) PRODUK BARANG DAN JASA
1. Tahapan-tahapan dalam proses kerja pembuatan prototipe
A. Momformulasi kan hasil riset pasar
Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada perusahaan harus mempertimbangkan hal hal sebagai berikut:
1. keinginan pelanggan dalam hal kegunaan kualitas modal dan warna
2. biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada
B. Mempertimbangkan kemampuan fasilitas perusahaan
Kemampuan perusahaan yang meliputi seberapa banyak tenaga kerja mesin mesin dan peralatan penunjang lainnya hal tersebut berkaitan dengan kemampuan perusahaan yang bersangkutan pada saat membuat produk pabrikan
C. Membuat sketsa bentuk
Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja
D. Membuat gambar kerja
Dalam gambar kerja dapat digambarkan bentuk dan ukuran yang sebenarnya dalam skala yang diperkecil. Selain itu dalam gambar kerja juga diperlihatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pembuatan produk tersebut.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prototipe
adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prototyping ada antara lain sebagai berikut
a. Fungsi produk
desain produk yang dibuat harus memperhatikan segi kualitas dan kuantitas yang akan memuaskan konsumen
b. Standar dan spesifikasi desain
1) sambungan sambungan
artinya perusahaan harus merencanakan bagaimana menyambung bagian-bagian supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong.
2) bagian artinya pada saat mendesain produk ada bagian yang berfungsi untuk menyesuaikan ukuran keserasian desain yang disambung dengan bagian lainnya.
3) Bentuk
Artinya pada saat mendesain bentuk harus diperhatikan keindahan dan kesesuaian nya dengan fungsi dan kegunaannya.
4) Ukuran
Artinya ukuran perlu diperhatikan dan harus seimbang bagian-bagiannya secara keseluruhan
5) Mutu
Artinya harus disesuaikan dengan fungsi produk tersebut
6) Bahan
Artinya apabila produk ingin berkualitas tinggi maka bahan yang digunakan pun harus bahan-bahan yang terpilih
7) Warna
Warna termasuk faktor yang mempengaruhi proses prototyping
c. Tanggung jawab produk.
Merupakan salah satu bentuk tanggung jawab iya produsen sebagai pembuat produk kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut
d. Harga dan Volume
Harga untuk produk yang dijual atau dipasarkan secara massal maka harganya relatif lebih mudah sehingga desain produk ini akan berbeda
e. Evaluasi Prototipe
Dari evaluasi prototipe akan didapat hasil apakah masih memerlukan tambahan atau perubahan-perubahan atau tidak
B. ALUR DAN PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTIPE PRODUK BARANG DAN JASA
1. Diagram alur (proses produksi production flow chart diagram)
Diagram alur proses produksi ini harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan monitoring selama proses produksi sangat bermanfaat agar dapat diketahui kekurangan kekurangan yang ada masing-masing jenis industri munafaktur mempunyai diagram alur proses produksi yang berbeda
2.Proses pengawasan mutu produk
Mutu merupakan kesesuaian serangkaian karakteristik produk atau jasa dengan standar yang ditetapkan perusahaan berdasarkan syarat kebutuhan dan keinginan konsumen pengawasan mutu adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin bahwa proses yang terjadi akan menghasilkan produk sesuai dengan tujuan yang diinginkan pengawasan atas mutu suatu barang hasil produksi,selayaknya meliputi pengetahuan hal-hal berikut:
a.Kerusakan dan kualitas produk
b.mencegah atau menghindarkan terjadinya kerusakan barang
c. Kendali mutu terpadu
3.Jenis-Jenis Pengawasan Mutu Produk
a. Pengawasan mutu bahan baku b.pengawasan proses produksi
c. pengawasan produk jadi
d.pengawasan penampakan atau kemasan
4.Pemecahan Masalah Mutu dengan Statistik
Adapun alasan perusahaan menggunakan metode statistik dalam pengawasan mutu sebagai berikut
a. Menghitung jumlah kerusakan barang dalam proses produksi
b. kerusakan atau tetap nya barang sebenarnya merupakan akibat terjadinya penyimpangan
5. Alat Kendali Mutu
a. Diagram pengendati mutu
b. Histogram
c. Peranan Komputer
Bab 4
A. 1). Pengertian prototipe
Kata prototipe berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bentuk primitif". Dalam kamus besar bahasa indonesia(KBBI) prototipe diartikan sebagai model yang mula-mula (model asli).
2). Kategori Dalam Prototipe
Kata prototipe dan kodel sering digunakan secara bersamaan, karena bisa dikatakan bahwa prototipe merupakan model suatu produk. Berikut ini merupakan katergorisasi prototipe menurut fungsinya:
a. Prototipe sebagai pembukuan
b. Prototipe Bentuk
c. Prototipe visual
d. Prototipe fungsional
3). Manfaat prototipe
Sebuah prototipe di buat pasti memiliki manfaat tertentu bagi perusahaan.
Keuntungan-keuntungan menerapkan prototipe:
- Dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produk
- Berfungsi untuk menguji kualitas dan penampilan berbagai jenis bahan
- Merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk
- Dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita.
4). Menentukan Konsep Desain Prototipe
Sebelum kegiatan menentukan konsep pembuatan prototipe desain produk, kita harus mengetahui metode-metode dalam konsep metode desain prototipe:
a). Prototipe kertas
b). Prototipe cepat
B). Menyajikan desain prototipe kemasan produk
1). Penyajian Desain Produk
2). Tahapan Desain Kemasan Produk
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah desain kemasan:
1). Melakukan survey terlebih dahulu
2). Membuat konsep desain kemasam menjadi beberapa alternatif
3). Membuat desain kemasan yang unik, memiliki ciri khas dan menarik
4). Desain kemasan harus disesuaikan dengan isi
5). Desain kemasan harus disesuaikan dengan karakter konsumen
Tahapan-tahapan dalam desain kemasan produk:
1). Fase 0
2). Fase 1
3). Fase 2
4). Fase 3
5). Fase 4
6). Fase 5
Bab 5
Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
A. Proses kerja pembuatan prototipe(prototyping)produk barang dan jasa
Membuat prototipe produk barang dan jasa membutuhkan ide cemerlang dan tangan dingin disainer.
1) . Tahapan-tahapan dalam proses kerja pembuatan prototipe
Proses perancangan/desain produk terdiri atas serangkaian kegiatan yang berurutan. Sehingga dikatakan sebagai proses kerja pembuatan prototipe. Tahapan-tahapan:
1). Memformulasikan Hasil Riset Pasar
2). Mempertimbangkan Kemampuan fasilitas perusahaan
3). Membuat sketsa bentuk
4). Membuat gambar sketsa
2). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi prototipe
Dalam proses prototyping banyak hal yang mempengaruhi dalam kaitannya dengan produksi.
Adapun faktor-faktor:
a). Fungsi produk
b). Standar dan spesifikasi desain
c). Tanggung jawab produk
d). Harga dan volume
e). Evaluasi prototipe
B). Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
Sebelum sebuah produk dipasarkan, ada tahapan yang harus dilalui secara benar dalam kegiatan produksi. Tentunya seorang wirausaha terlebih dahulu membuat perencanaan sebelum sebuah produk diproduksi. Setelah perencanaan, saatnya seorang wirausaha menentukan alur produksi, mulai dari mengelola awal, bahan baku, pembentukan, penyelesaian, pengawasan mutu hingga distribusi produksinya.
1). Diagram alur
Harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan.
2). Prosedur pengawasan mutu produk
Pengertian&pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan mutu sangat penting dimiliki oleh perusahaan.
Bab 4
A. 1). Pengertian prototipe
Kata prototipe berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bentuk primitif". Dalam kamus besar bahasa indonesia(KBBI) prototipe diartikan sebagai model yang mula-mula (model asli).
2). Kategori Dalam Prototipe
Kata prototipe dan kodel sering digunakan secara bersamaan, karena bisa dikatakan bahwa prototipe merupakan model suatu produk. Berikut ini merupakan katergorisasi prototipe menurut fungsinya:
a. Prototipe sebagai pembukuan
b. Prototipe Bentuk
c. Prototipe visual
d. Prototipe fungsional
3). Manfaat prototipe
Sebuah prototipe di buat pasti memiliki manfaat tertentu bagi perusahaan.
Keuntungan-keuntungan menerapkan prototipe:
- Dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produk
- Berfungsi untuk menguji kualitas dan penampilan berbagai jenis bahan
- Merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk
- Dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita.
4). Menentukan Konsep Desain Prototipe
Sebelum kegiatan menentukan konsep pembuatan prototipe desain produk, kita harus mengetahui metode-metode dalam konsep metode desain prototipe:
a). Prototipe kertas
b). Prototipe cepat
B). Menyajikan desain prototipe kemasan produk
1). Penyajian Desain Produk
2). Tahapan Desain Kemasan Produk
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah desain kemasan:
1). Melakukan survey terlebih dahulu
2). Membuat konsep desain kemasam menjadi beberapa alternatif
3). Membuat desain kemasan yang unik, memiliki ciri khas dan menarik
4). Desain kemasan harus disesuaikan dengan isi
5). Desain kemasan harus disesuaikan dengan karakter konsumen
Tahapan-tahapan dalam desain kemasan produk:
1). Fase 0
2). Fase 1
3). Fase 2
4). Fase 3
5). Fase 4
6). Fase 5
Bab 5
Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
A. Proses kerja pembuatan prototipe(prototyping)produk barang dan jasa
Membuat prototipe produk barang dan jasa membutuhkan ide cemerlang dan tangan dingin disainer.
1) . Tahapan-tahapan dalam proses kerja pembuatan prototipe
Proses perancangan/desain produk terdiri atas serangkaian kegiatan yang berurutan. Sehingga dikatakan sebagai proses kerja pembuatan prototipe. Tahapan-tahapan:
1). Memformulasikan Hasil Riset Pasar
2). Mempertimbangkan Kemampuan fasilitas perusahaan
3). Membuat sketsa bentuk
4). Membuat gambar sketsa
2). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi prototipe
Dalam proses prototyping banyak hal yang mempengaruhi dalam kaitannya dengan produksi.
Adapun faktor-faktor:
a). Fungsi produk
b). Standar dan spesifikasi desain
c). Tanggung jawab produk
d). Harga dan volume
e). Evaluasi prototipe
B). Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
Sebelum sebuah produk dipasarkan, ada tahapan yang harus dilalui secara benar dalam kegiatan produksi. Tentunya seorang wirausaha terlebih dahulu membuat perencanaan sebelum sebuah produk diproduksi. Setelah perencanaan, saatnya seorang wirausaha menentukan alur produksi, mulai dari mengelola awal, bahan baku, pembentukan, penyelesaian, pengawasan mutu hingga distribusi produksinya.
1). Diagram alur
Harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan.
2). Prosedur pengawasan mutu produk
Pengertian&pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan mutu sangat penting dimiliki oleh perusahaan.
Bab 4
A. 1). Pengertian prototipe
Kata prototipe berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bentuk primitif". Dalam kamus besar bahasa indonesia(KBBI) prototipe diartikan sebagai model yang mula-mula (model asli).
2). Kategori Dalam Prototipe
Kata prototipe dan kodel sering digunakan secara bersamaan, karena bisa dikatakan bahwa prototipe merupakan model suatu produk. Berikut ini merupakan katergorisasi prototipe menurut fungsinya:
a. Prototipe sebagai pembukuan
b. Prototipe Bentuk
c. Prototipe visual
d. Prototipe fungsional
3). Manfaat prototipe
Sebuah prototipe di buat pasti memiliki manfaat tertentu bagi perusahaan.
Keuntungan-keuntungan menerapkan prototipe:
- Dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produk
- Berfungsi untuk menguji kualitas dan penampilan berbagai jenis bahan
- Merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk
- Dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita.
4). Menentukan Konsep Desain Prototipe
Sebelum kegiatan menentukan konsep pembuatan prototipe desain produk, kita harus mengetahui metode-metode dalam konsep metode desain prototipe:
a). Prototipe kertas
b). Prototipe cepat
B). Menyajikan desain prototipe kemasan produk
1). Penyajian Desain Produk
2). Tahapan Desain Kemasan Produk
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah desain kemasan:
1). Melakukan survey terlebih dahulu
2). Membuat konsep desain kemasam menjadi beberapa alternatif
3). Membuat desain kemasan yang unik, memiliki ciri khas dan menarik
4). Desain kemasan harus disesuaikan dengan isi
5). Desain kemasan harus disesuaikan dengan karakter konsumen
Tahapan-tahapan dalam desain kemasan produk:
1). Fase 0
2). Fase 1
3). Fase 2
4). Fase 3
5). Fase 4
6). Fase 5
Bab 5
Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
A. Proses kerja pembuatan prototipe(prototyping)produk barang dan jasa
Membuat prototipe produk barang dan jasa membutuhkan ide cemerlang dan tangan dingin disainer.
1) . Tahapan-tahapan dalam proses kerja pembuatan prototipe
Proses perancangan/desain produk terdiri atas serangkaian kegiatan yang berurutan. Sehingga dikatakan sebagai proses kerja pembuatan prototipe. Tahapan-tahapan:
1). Memformulasikan Hasil Riset Pasar
2). Mempertimbangkan Kemampuan fasilitas perusahaan
3). Membuat sketsa bentuk
4). Membuat gambar sketsa
2). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi prototipe
Dalam proses prototyping banyak hal yang mempengaruhi dalam kaitannya dengan produksi.
Adapun faktor-faktor:
a). Fungsi produk
b). Standar dan spesifikasi desain
c). Tanggung jawab produk
d). Harga dan volume
e). Evaluasi prototipe
B). Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
Sebelum sebuah produk dipasarkan, ada tahapan yang harus dilalui secara benar dalam kegiatan produksi. Tentunya seorang wirausaha terlebih dahulu membuat perencanaan sebelum sebuah produk diproduksi. Setelah perencanaan, saatnya seorang wirausaha menentukan alur produksi, mulai dari mengelola awal, bahan baku, pembentukan, penyelesaian, pengawasan mutu hingga distribusi produksinya.
1). Diagram alur
Harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan.
2). Prosedur pengawasan mutu produk
Pengertian&pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan mutu sangat penting dimiliki oleh perusahaan.
Bab 4
A. 1). Pengertian prototipe
Kata prototipe berasal dari bahasa Yunani yang berarti "bentuk primitif". Dalam kamus besar bahasa indonesia(KBBI) prototipe diartikan sebagai model yang mula-mula (model asli).
2). Kategori Dalam Prototipe
Kata prototipe dan kodel sering digunakan secara bersamaan, karena bisa dikatakan bahwa prototipe merupakan model suatu produk. Berikut ini merupakan katergorisasi prototipe menurut fungsinya:
a. Prototipe sebagai pembukuan
b. Prototipe Bentuk
c. Prototipe visual
d. Prototipe fungsional
3). Manfaat prototipe
Sebuah prototipe di buat pasti memiliki manfaat tertentu bagi perusahaan.
Keuntungan-keuntungan menerapkan prototipe:
- Dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produk
- Berfungsi untuk menguji kualitas dan penampilan berbagai jenis bahan
- Merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk
- Dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita.
4). Menentukan Konsep Desain Prototipe
Sebelum kegiatan menentukan konsep pembuatan prototipe desain produk, kita harus mengetahui metode-metode dalam konsep metode desain prototipe:
a). Prototipe kertas
b). Prototipe cepat
B). Menyajikan desain prototipe kemasan produk
1). Penyajian Desain Produk
2). Tahapan Desain Kemasan Produk
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah desain kemasan:
1). Melakukan survey terlebih dahulu
2). Membuat konsep desain kemasam menjadi beberapa alternatif
3). Membuat desain kemasan yang unik, memiliki ciri khas dan menarik
4). Desain kemasan harus disesuaikan dengan isi
5). Desain kemasan harus disesuaikan dengan karakter konsumen
Tahapan-tahapan dalam desain kemasan produk:
1). Fase 0
2). Fase 1
3). Fase 2
4). Fase 3
5). Fase 4
6). Fase 5
Bab 5
Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
A. Proses kerja pembuatan prototipe(prototyping)produk barang dan jasa
Membuat prototipe produk barang dan jasa membutuhkan ide cemerlang dan tangan dingin disainer.
1) . Tahapan-tahapan dalam proses kerja pembuatan prototipe
Proses perancangan/desain produk terdiri atas serangkaian kegiatan yang berurutan. Sehingga dikatakan sebagai proses kerja pembuatan prototipe. Tahapan-tahapan:
1). Memformulasikan Hasil Riset Pasar
2). Mempertimbangkan Kemampuan fasilitas perusahaan
3). Membuat sketsa bentuk
4). Membuat gambar sketsa
2). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi prototipe
Dalam proses prototyping banyak hal yang mempengaruhi dalam kaitannya dengan produksi.
Adapun faktor-faktor:
a). Fungsi produk
b). Standar dan spesifikasi desain
c). Tanggung jawab produk
d). Harga dan volume
e). Evaluasi prototipe
B). Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototipe Produk Barang dan Jasa
Sebelum sebuah produk dipasarkan, ada tahapan yang harus dilalui secara benar dalam kegiatan produksi. Tentunya seorang wirausaha terlebih dahulu membuat perencanaan sebelum sebuah produk diproduksi. Setelah perencanaan, saatnya seorang wirausaha menentukan alur produksi, mulai dari mengelola awal, bahan baku, pembentukan, penyelesaian, pengawasan mutu hingga distribusi produksinya.
1). Diagram alur
Harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan.
2). Prosedur pengawasan mutu produk
Pengertian&pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan mutu sangat penting dimiliki oleh perusahaan.
